Siapa yang tidak kenal dengan nama yang satu ini, ya Andrea Pirlo. Pemain yang memang menjadi momok bagi para lawan, khususnya saat adanya eksekusi tendangan mati. Berikut akan coba membahas profil dari Andrea Pirlo.

Pirlo sendiri merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah. Meski memiliki postur yang tidak terlalu besar seperti halnya pemain yang ada di posisi ini seperti Patrick Vieira dan Mark Van Bommel.

Namun dirinya selalu menjadi pilihan utama bagi klub yang dibelanya. Bahkan diriya juga disebut sebagai pemain yang malas bergerak, namun meski begitu dirinya memiliki kelebihan khusus dalam eksekusi Freekick dan juga melakukan umpan yang sangat terukur.

Pernah Membela Klub Besar Serie A

Profil Andrea Pirlo, Sang Maestro Freekick 2

Selama berkarir Pirlo memang kebanyakan membela klub besar yang ada di ajang Liga Italia Serie A. Sebut saja nama Brescia menjadi klub profesional perdananya.

Pirlo sendiri meski memulai karir diklub kecil Brescia, namun dirinya terhitung sebagai salah satu legenda dari raksasa AC Milan dan juga Juventus.

Setelah membela Brescia sejak 1995 hingga 1998, dirinya memutuskan gabung ke Inter Milan. Namun selama membela klub ini, kebanyakan Pirlo hanya menghabiskan sebagai pemain pinjaman.

Sebut saja Reggina dimusim 1999/2000 dan juga kembali ke Brescia pada tahun 2001. Namun pada tahun 2001 lah dirinya mulai menunjukkan kebesarannya saat bergabung ke AC Milan.

Saat itu dirinya didatangkan dengan banderol 17 juta Euro. Pada masanya dirinya menjadi salah satu pemain termahal, dan disinilah dirinya meniti karir dengan mendapatkan beberapa gelar bergengsi.

Profil Andrea Pirlo, Sang Maestro Freekick 1

Hingga pada akhirnya Pirlo yang sudah masuk usia uzur akhirnya memutuskan mengakhiri karir 10 tahunnya bersama Milan. Dan memutuskan gabung Juventus dengan status free Transfer.

Namun meski begitu dirinya masih menunjukkan tajinya selama kurang lebih 4 tahun. Hingga pada tahun 2015 dirinya akhirnya memutuskan gabung klub MLS, New York City selama 2 tahun sebelum memutuskan untuk pensiun.

Jadi Legenda Timnas Italia

Profil Andrea Pirlo, Sang Maestro Freekick 3

Selain menjadi legenda dalam level klub, ternyata Pirlo juga terhitung sebagai legenda di level timnas Italia.

Sejak tahun 1994 dirinya resmi tergabung di timnas Italia U15, hingga pada tahun 2002 dirinya resmi menjadi salah satu anggota timnas Italia di Olimpik dan Senior.

Terhitung sejak 2002 hingga 2015 dirinya sudah membukukan 116 caps dan mencetak 13 gol selama karirnya. Dan selama berkarir di timnas dirinya juga bisa dikatakan sangat sukses sebagai pemain tengah.

Semua Gelar Level Klub dan Timnas Sukses di Raih Pirlo

Dengan sangat mahirnya Pirlo pastinya gelar yang diraih dirinya sudah sangat banyak, bahkan mulai dari level klub hingga timnas dirinya sukses persembahkan.

Pada awalnya gelar perdana Pirlo diraih bersama Brescia pada tahun 1996/1997 silam, saat itu dirinya sukses persembahkan gelar Serie B (kasta ke-2 Italia).

Yang paling fenomenal dirinya saat mampu persembahkan banyak gelar bersama AC Milan. Tercatat dirinya sukses persembahkan 2 gelar Serie A pada musim 2003/2004 dan 2010/2011 silam.

Setelah itu Pirlo juga sukses persembahkan gelar Coppa Italia musim 2002/2003 dan diteruskan dengan gelar Super Italia pada tahun 2004.

Kemudian dirinya melanjutkan asa diajang Eropa. Saat itu dirinya sukses persembahkan 2 gelar Liga Champions Eropa pada musim 2002/2003 dan 2006/2007. Bahkan 2 gelar Liga Champions tersebut diteruskan dengan Super Eropa pada tahun 2003 dan 2007.

Hingga pada akhirnya gelar tertinggi dalam level klub diraihnya pada tahun 2007. Saat dirinya sukses membawa tim berjuluk Rossoneri menjadi juara di Piala Dunia Antar Klub.

Setelah pindah ke Juventus, dirinya lebih banyak persembahkan gelar domestik. Terhitung dirinya sukses persembahkan 4 gelar Serie A secara beruntun sejak tahun 2011 hingga 2014.

Satu gelar Coppa Italia musim 2014/2015 dan juga Super Italia pada tahun 2012 dan 2013 silam.

Untuk level timnas sendiri, Andrea Pirlo sukses persembahkan gelar Piala Dunia tahun 2006, runner-up Euro tahun 2012 dan menduduki posisi 3 di Piala Konfederasi tahun 2013.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *